RSS

Tuntutan Demonstran

30 Agu

Probolinggo, 21 Juli 2011

 

KEPADA YTH.:

Pimpinan PT. Summit Oto Finance (Cabang Probolinggo)

Pimpinan PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Cabang Probolinggo)

Pimpinan PT. Federal International Finance (Cabang Probolinggo)

 

 

THE DEMANDS OF DEMONSTRATORS

(Tuntutan Demonstran)

 

 

1.      Meminta kepada finance agar tidak mencantumkan klausula-klausula baku dalam perjanjian kredit, sebab perjanjian itulah yang seringkali membuat debitur terpojok dan berada dalam “posisi” yang lemah.

2.      Meminta kepada Finance agar tidak lagi memberi surat kuasa kepada debt collector, surat tugas penarikan, dlsb. Sebab dengan dasar surat kuasa tersebut, para debt collector cenderung beringas dan cenderung ‘hantam kromo’; untuk kemudian melakukan tindakan penarikan unit kendaraan bermotor dengan berbagai cara, tak peduli itu melanggar hukum dan norma yang berlaku, atau tidak. Dengan surat kuasa itu, para debt collector berkeyakinan bahwa unit kendaraan bermotor adalah milik finance, jadi para debt collector merasa leluasa menarik/menyita unit kendaraan bermotor, sekalipun dengan cara-cara preman, tak bermoral, dan terkesan acuh terhadap norma dan hukum. Padahal surat kuasa/perintah/tugas kepada debt collector adalah terlalu naïf, dan merupakan bentuk campur tangan dalam urusan peradilan oleh pihak lain di luar kekuasaan kehakiman.

3.      Meminta kepada Finance agar tidak lagi menggunakan jasa debt collector. Apabila memang terjadi wanprestasi, maka jika finance memiliki sertifikat fidusia maka segeralah tempuh proses hukum untuk eksekusi. Jika, memang finance tidak memiliki sertifikat fidusia, maka tempuhlah proses hukum perdata. Jasa debt collector atau penagih hutang masih dimanfaatkan oleh finance, hal itu sebagai pertanda tidak adanya kepastian hukum. Disamping tidak adanya kepastian hukum, keberadaan debt collector juga pertanda minimnya kepercayaan kepada aparat penegak hukum. Mari kita budayakan bertradisi hukum, dan mengedepankan hukum sebagai panglima. Munculnya debt collector, justru menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya adalah menumbuhsuburkan bibit-bibit premanisme, paradigma kekerasan, serta doktrin melanggar dan melawan hukum dan tatanan norma yang berlaku.

4.      Meminta kepada finance agar tunduk dan taat kepada hukum. Agar semua benda yang dibebani jaminan fidusia dibuat dengan akta notaris dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia yang bertempat di Surabaya; untuk mendapatkan sertifikat fidusia.

5.      Meminta kepada finance agar mengembalikan seluruh unit kendaraan yang telah berhasil disita oleh para debt collector, dan memberikan ganti rugi akibat perbuatan penyitaan tersebut. Karena sudah sangat amat banyak korban dari penyitaan oleh debt collector, bahkan menanggung malu seumur hidupnya.

6.      Meminta kepada finance agar menjadikan para debt collector eksternal sebagai karyawan lembaga finance bersangkutan. Sistem pemberian ‘fee’ dihapuskan diganti pemberian upah. Dengan cara demikian, maka para debt collector bisa mengedepankan cara formalistik sesuai pelayanan finance, semisal: menguasai pelayanan prima (service excellent), dialoag dengan nasabah (dialogue with customers), mengedepankan cara-cara yang sesuai norma dan tidak melanggar hukum (forward in ways that fit the norm and not breaking the law), senantiasa mengetahui hak konsumen dan kewajiban pelaku usaha (always aware of consumer rights and obligations of business).

7.    Meminta kepada finance agar selalu memberikan pembinaan kepada seluruh juru tagihnya (debt collector), agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum dan norma yang berlaku dimasyarakat.

 

 

Disusun oleh :

ACHMAD MUKHOFFI ALQUTHFBY, S. Pd

(Humas KOMNAS PKPU Probolinggo – Cipta keADILan yang berkepastian Hukum)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 30, 2011 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: