RSS

Aksi Kawanan ‘Debt Collector’ Melanggar Hukum

25 Agu

Wonogiri – meresahkan masyarakat, aksi perampasan paksa secara sepihak yang dilakukan para personel ‘debt collector’ (tukang tagih), dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum. Apalagi tindakan mereka dibarengi dengan penyitaan sepeda motor melalui cara-cara main paksa.

“Institusi yang berhak melakukan penyitaan itu adalah aparat penegak hukum, bukan personel tukang tagih atau ‘debt collector’,” tegas Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Sugiyo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto.

lebih lanjut AKP Sugiyo menyerukan, agar para kantor leasing sebagai pihak kreditor sepeda motor, tidak mengerahkan ‘debt collector’ untuk melakukan perampasan sepeda motor. Terlebih lagi, untuk melakukan perampasan paksa di jalanan.

Kata AKP Sugiyo, cara perampasan paksa secara sepihak seperti itu, merupakan bentuk pelanggaran hukum yang bertentangan dengan kaidah yuridis serta menimbulkan keresahan di masyarakat. Perbuatan mereka, dapat diancam dan dijerat dengan pasal 378 KUHP, yang ancaman hukumannya empat tahun penjara.

“Kalau memang ada masalah dengan tunggakan angsuran, kiranya dapat dilakukan penagihan tanpa harus melakukan perampasan di jalanan. Kalau memang menemui kesulitan, kiranya dapat meminta bantuan aparat penegak hukum. Bukan kemudian main rampas dan penyitaan secara paksa di jalanan,” tegas Kasat Reskrim AKP Sugiyo.

Seperti pernah diberitakan (SM, 18/11), karena dinilai meresahkan masyarakat, lima orang kawanan ‘debt collector’, ditangkap oleh aparat kepolisian Wonogiri. Mereka kemudian ditahan untuk menjalani pemeriksaan kasusnya. Seorang anggota kawanan lainnya, berinisial BI yang alamatnya telah diketahui polisi, kabur dan dinyatakan buron serta dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kelima tukang tagih yang ditahan polisi itu, terdiri atas Budi Setiawan (23), Agus Priyanto alias Kamsing (36), Winarno alias Gundul (39), Awang Danukusuma alias Tugimin (29) dan Suryanto Bethu (27).

Kelima tersangka ini, mengaku warga asal Kelurahan Bayan, Sukorejo dan Nusukan semuanya di wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.

Agus Priyanto alias Kamsing, semula adalah warga Lingkungan Bahuresan Kelurahan Giritirto Kecamatan Wonogiri Kota Kabupaten Wonogiri, tapi kemudian pindah alamat ke Kadipiro Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.

Budi Priyanto, salah seorang warga Kelurahan Wonoboyo Kecamatan Wonogiri Kota, menyatakan punya pengalaman buruk dengan kawanan ‘debt collector.’ “Karena saya pernah mengalami sendiri dipepet dan dicegat oleh mereka,” kata Budi.

Kawanan tukang tagih yang beroperasi jalanan ini, berupaya merampas sepeda motor Budi yang tengah dikendarai. ”Tapi saya bertahan untuk tidak menyerahkannya. Mereka saya ajak ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah, tapi malah kemudian pergi,” ujar Budi.

Setelah Budi mengamati kawanan tukang tagih yang kini ditahan Polres, dikatakan bahwa mereka itu yang dulu pernah memepet dan mencegat serta akan merampas sepeda motornya. “Ya ini orang-orangnya. Tahu rasa, baru sekarang mereka ‘ketanggor’ (terjebak) dan kena batunya untuk berurusan dengan kepolisian. Tindakan mereka ngawur, main rampas secara paksa di jalanan,” kata Budi.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2012 in BERITA

 

One response to “Aksi Kawanan ‘Debt Collector’ Melanggar Hukum

  1. Ahmad Rojak

    Maret 7, 2013 at 7:39 am

    Hampir aja beberapa minggu yang lalu gw mau bakar salah satu debt collector yang mengaku dari SCB, bukan gw yg punya utang eh gw dimaki2 habis2an didepan rumah baru gw, gak pake nanya2 lagi siapa gw eh malah gw dimaki2 sambil gedor2 pagar, gak pake lama gw yg kebetulan habis ngisi zippo msh bawa gas cairnya gw semprotin tuh kemuka debcolnya, habis itu gw nyalain korek zippo gw yang gak bisa mati alias tahan angin, sampe ngompol dah tuh debcol sama gw… buset deh bau pesingnya kayak habis makan pete 2 kg…!!!

    Untung datang satpam perumahan gw padahal orang2 gw udah ngumpul tuh, kalo gak didamaikan mungkin udah habis gw bakar itu debcol banyak bacot sambil celananya basah kena ompolnya. Badan gedhe nyali nya sekuku monyet

    Oiya gw sempet foto mukanya tp agak burem dan id cardnya, alamat PT nya sih gw dikasih tp paling alamat palsu

    Intinya jangan takut sama debcol. Hadapi aja asal kita jujur dan mereka gak bertindak arogan klo mereka main api kita balas pake api, api unggun tentunya

    Kadang ada debcol yang merasa badannya gedhe item muka sangar kebanyakan bikin ulah seenaknya sendiri, ini negara hukum bukan seenaknya sendiri main maki2 orang apalagi main teror2 segala, hadapi aja jangan takut, justru kalau kita keliatan takut malah makin diinjak2 sama mereka

    Terima kasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: