RSS

Polda Perintahkan Tindak Tegas Debt Collector Kendaraan

25 Agu

Semarang – Maraknya aksi debt collector kendaraan yang menyita kendaraan di jalan raya, Polda Jawa Tengah memerintahkan seluruh polres/polrestabes se-Jawa Tengah untuk menindak tegas para debt collector yang melakukan penyitaan sepeda motor atau mobil di jalanan. Karena tindakan tersebut merupakan termasuk kategori premanisme.

ilustrasi

Hal tersebut disampaikan Dir Reskrim Umum Polda Jateng Kombes Pol Bambang Rudi Pratiknyo kemarin. Bambang Rudi juga mengatakan, penyitaan yang dilakukan selain oleh kepolisian merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Menurutnya, dalam menjalankan tugasnya, debt collector harus sesuai ketentuan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Undang-undang nomor 42 tahun 1999 tentang pidusia. “Debitur atau pemilik kendaraan yang membeli dengan cara kredit memiliki hak atas barang yang dibelinya, meski belum lunas pembayarannya. Jika nantinya kendaraan yang dibeli itu dirampas oleh debt collector di jalan, maka masyarakat bisa melaporkan tindakan perampasan ke pihak kepolisian,” terang Bambang Rudi P.

Seperti diberitakan, tindakan meresahkan oleh  debt collector menimpa Yohana (30), warga Kampung Baris No 499, Kelurahan Karangturi Semarang Tengah, baru-baru ini. Ia digeruduk oleh 6 orang debt collector di rumahnya. Mereka menggedor pintu rumah dan membentak-bentak Yohana. ”Mereka langsung menggertak, padahal saat itu sudah larut malam. Mereka meminta saya menyerahkan kunci dan STNK mobil milik Ibu saya, Linda (52),” ujar Yohana.

Diungkapkannya, saat itu ia menghubungi ibunya untuk meminta pertimbangan. Oleh Ibunya, Linda diminta untuk tidak menyerahkan mobil tersebut dan meminta para debt collector datang kembali keesokan harinya. “Namun para debt collector itu tidak bersedia dan malah marah serta mengancam. Kami jadi sungkan dengan tetangga akibat terjadi keributan ini,” ujar Yohana.

Sementara itu,  Linda mengakui memang  memiliki tanggungan angsuran hutang di PT SMS (Sinar Mitra Semesta), yang beralamat di Jalan Indraprasta. Menurutnya, pada tahun 2010, ia menjaminkan BPKB mobil Toyota  IS (Built up) yang dibelinya dengan tunai. Ia kemudian meminjam uang kepada PT SMS sebanyak Rp 95 juta dengan jaminan BPKB mobil tersebut dengan batas waktu pembayaran 35 bulan. “Namun saya sudah 13 kali membayar angsuran. Saya terlambat membayat angsuran karena memang sedang mengalami kesulitan keuangan, itu pun baru-baru ini. Terlepas dari persoalan itu, kami menyesalkan sikap arogan para debt collector tersebut,” ujar Linda. (bye)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: