RSS

7 Oktober, Kreditur Wajib Didaftarkan Fidusia

11 Okt

SURABAYA (Surabaya Pagi) – Para perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor (auto finance) kini tidak bisa sewenang-wenang menarik kendaraan debiturnya di jalanan seperti yang sering terjadi sekarang. Karena sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.010/2012 tanggal 7 Agustus 2012, perusahaan pembiayaan yang berhak menarik kendaraan adalah perusahaan yang sudah mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak tanggal perjanjian dengan debitur.

Tanpa ada jaminan fidusia, perusahaan pembiayaan itu tidak berhak menarik kendaraannya meski debitur tidak mampu membayar tunggakan. Ketentuan ini berlaku mulai tanggal 7 Oktober 2012 mendatang.
Yurizal, staf Ditreskrim Polda Jatim mengungkapkan, selama ini di lapangan masih banyak ditemukan perusahaan pembiayaan yang belum mengikuti ketentuan yang sudah ada, yakni mendaftarkan jaminan fidusia atas kendaraan yang dikreditkan.

”Padahal, lembaga Pembiayaan wajib tunduk terhadap undang-undang fidusia. Apabila tidak mengikuti ketentuan pasal demi pasal. Secara logika hukum mereka tidak dapat perlindungan jaminan fedusia,”ujar Yurizal saat seminar perlindungan jaminan fidusia yang digelar Kementerian Hukum dan HAM di Hotel Meritus, Surabaya, Selasa (2/10).

M Fajar, Kasubdit Pendafataran Fidusia Jatim mengatakan kewajiban mendaftarkan jaminan fidusia diatur jelas dalam Pasal 16 UU Nomor 42 Tahun 199 tentang Jaminan Fidusia.

Menurutnya, sertifikat jaminan fidusia ini tidak hanya diharuskan untuk perusahaan pembiayaan, tapi badan hukum dan perorangan yang menerima jaminan fidusia.

Sertifikat jaminan fidusia ini sangat menguntungkan bagi kreditur karena memberikan kewenangan mereka untuk mengeksekusi jaminan jika debitur melanggar akta perjanjian pokok yang dibuat.

Namun dalam eksekusinya, tidak serta merta bisa melibatkan pihak ketiga, tapi harus melalui aparat keamanan. Dan barang jaminan fidusia itu tidak langsung dimiliki kreditur, tapi harus melalui lelang. “Saat lelang pun, penerima (kreditur) hanya boleh mengambil haknya, kalau lebih dikembalikan lagi ke debitur,”tegasnya
Sementara Prof Agus Yudha, dosen Universitas Airlangga, mengingatkan kepada para perusahaan finance untuk melaksanakan ketentuan tentang fidusia, karena tanpa sertifikat fidusia, mereka berpeluang untuk bermasalah dengan hukum. ”Sejak anda membuka pendaftaran pembiayaan, maka sejak itu anda membuka peluang bermasalah dengan hukum,” ujarnya. bd

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: