RSS

Bentor Dilarang Beroperasi di Jalan Raya

11 Okt

Probolinggo – Masyarakat Kab. Probolinggo semakin kreatif, dengan mengurangi tenaga manusia digantikan dengan tenaga mesin. Salah satu kreatifitas mereka adalah memodifikasi becak yang semula menggunakan tenaga manusia, dimodifikasi dengan ditambah mesin ranmor. Sehingga becak yang awalnya dikayuh menggunakan kaki, sekarang tinggal menarik gas.

Kendaraan modifikasi becak dengan mesin motor (bentor) yang saat ini mulai menjamur di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai ditertibkan oleh Satlantas Polres Probolinggo. Polisi juga melarang bentor beroperasi di jalan raya.

Terkait Bentor tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas (Ka.Satlantas) Polres Probolinggo AKP Warih kepada mass media menyatakan, “Saat ini kami masih melakukan sosialisasi di beberapa kecamatan seperti Besuk dan Pakuniran. Karena, saat ini masih sosialisasi. Maka, kami hanya melakukan teguran simpatik kepada semua pengemudinya bila terbukti masuk ke jalan raya,” katanya.

Lebih jauh AKP Warih mengatakan, “Mereka bisa dijerat dengan Pasal 277 Junto 316 ayat 2 UU No 22 Thn 2009 tentang merakit dan memodifikasi kendaraan bermotor yang tak mendapatkan izin Tipe. Mereka bisa didenda maksimal uang senilai Rp 24 juta dengan ancaman pidana 1 tahun”.

Menurut data yang berhasil dihimpun, hingga kini lebih dari 500 bentor beroperasi di Kabupaten Probolinggo.

“Sebaiknya tidak dioperasikan di jalan raya, kecuali pengendara bentor menunjukkan surat izin perakitan atau uji tipe dari Kementerian Perhubungan yang bisa mengeluarkan sertifikat uji tipe. Jika tidak, mereka bisa disidik oleh Reskrim jika terbukti melakukan perakitan bentor secara ilegal,” imbuh Warih.

Humas Komnas PK-PU Indonesia Khofy alQuthfby SH, SPd ketika dimintai komentarnya menyebutkan, “Keberadaan Bentor jika memang melanggar UU LLAJ, maka harus diberlakukan secara equal. Jadi, tidak hanya Bentor yang masuk jalan raya saja yang ditertibkan, namun pihak Satlantas harus mengumpulkan semua data pemilik Bentor di Kab. Probolinggo. Karena pada Pasal 277 UU LLAJ, tidak ada frasa yang menyebutkan penertiban hanya dilakukan jika Bentor masuk ke jalan raya, namun memakai frasa setiap orang yang membuat, merakit, memodifikasi dst. dipidana maksimal 1 tahun atau denda 24 juta”.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: