RSS

Dilaporkan ke Polda Jabar: Gawat! Astra Diduga Gelapkan Mobil Avanza Milik Kreditur

11 Okt

LENSAINDONESIA.COM: PT Astra Credit Company (ACC) yang beralamat di Jl Naripan No. 24-25 Bandung dilaporkan ke Polda Jabar terkait kasus dugaan penggelapan kendaraan mobil. PT ACC diduga sengaja mengalihkan kepemilikan kendaraan Avanza dan BPKB ke orang lain yang bukan krediturnya.

“PT ACC kami nilai telah melakukan kejahatan dan sudah kami laporkan ke Polda Jabar,” tegas Ir Daniel Romi, SH, kuasa hukum Tina Rahmat, di kantornya Permata Cimahi, Bandung Barat, Kamis (20/9/2012).

Diketahui, Tina Rahmat merupakan kreditur PT ACC dengan No. Kontrak 01200202001278371 untuk pembiayaan 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza Nopol D 108 GK dengan jangka waktu pengembalian hutang selama 47 bulan sejak tanggal 13-3-2008.

Daniel Romi menjelaskan, bahwa sebelum jatuh tempo pengembalian selama 47 bulan, mobil tersebut telah diambil oleh PT ACC dikarenakan kelalaian debitur dalam melakukan pembayaran. “Sementara, mobil itu sudah sempat dicicil oleh klien kami selama 31 kali sebelum disita PT ACC,” jelas Romi.

Menurut Daniel Romi, pada tanggal 22-08-2011, ACC diduga sengaja dan melakukan pembiaran kejahatan terjadi. “Mobil tersebut dilunasi oleh orang lain tanpa hak dan pemberitahuan kepada klien kami. Dan serta merta mobil dan BPKB diserahkan PT ACC ke orang lain bukan kepada debitur,” paparnya.

Dengan demikian, PT ACC diduga keras melakukan pelanggaran terhadap UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia bab V pasal 29 tentang Eksekusi Jaminan Fidusia. Juga, pasal 29 ayat 1 b penjualan benda yang menjadi objek jaminan fidusia atas kekuasaan penerima Fidusia sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan. “Pada poin b disebutkan, penjualan di bawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan pemberi dan penerima Fidusia jika dengan cara demikian dapat diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan para pihak,” tegasnya.

Selain itu, Romi juga menilai PT ACC telah melanggar hukum pidana pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara. “Selain itu, PT ACC diduga keras melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen pasal 18 mengenai ketentuan pencantuman klausul baku dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar,” imbuhnya.

Dengan tindakan PT ACC yang terkesan seenaknya sendiri, Tina Rahmat mengaku menderita kerugian satu unit mobil Avanza senilai Rp 180 juta dengan sebuah BPKB. “Kami berharap Polda Jabar untuk bersikap professional dan transparan dalam menyikapi permasalahan ini dan dapat menunjukkan implementasi slogan Polri yang melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” tambahnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: