RSS

Disperindag Padang Sidempuan Polisikan PT.Columbus

11 Okt

P.Sidimpuan,BN – Merasa tidak di indahkan setelah melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali terhadap Perusahaan PT.Columbus Cash & Credit P.Sidimpuan (Selaku Pelaku Usaha) atas perselisihan dagang antara Ali Amsyah Batubara (Selaku Konsumen) yang di dampingi Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Indonesia (YLKMI) P Sidempuan, akhirnya Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Daerah P Sidempuan (Disperindag) melanjutkan persoalan ini ke Polres Kota P.Sidimpuan pada Senin 21 Desember 2010 melalui Surat No. 560.05/1372/XII/2010 yang di tanda tangani langsung Drs, Samakmur,MM selaku Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Daerah Psp.

Dalam laporannya Disperindag Psp menyampaikan pandangannya bahwa perselisihan tersebut memenuhi unsur seperti yang tertuang pada Bab V Ketentuan Pencantuman Klausa Baku pada pasal 18 Undang Undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Drs. Samakmur,MM menyampaikan, “Dalam rangka memediasi penyelesaian konsumen tersebut kami telah menyurati kedua belah pihak melalui pemanggilan Pertama, Kedua dan Ketiga ternyata yang datang hanya Saudara Ali Amsyah Batubara (Selaku Konsumen). Akan tetapi Pimpinan PT. Columbus Cabang P.Sidimpuan (Pelaku Usaha) beralamat di Jln. Sudirman Eks Jln.Merdeka Simpang IKIP Psp tidak pernah hadir. Hal ini dibuktikan dengan surat kami Nomor : 530.05/ 1249 / XI / 2010 Tanggal 16 Nopember 2010 Nomor : 530.05/ 1281 / XI / 2010 Tanggal 23 Nopember 2010 dan No. 530.05/ XI / 2010 Tanggal 30 Nopember 2010 yang di sampaikan kepada kedua belah pihak yang berselisih” ungkapnya.

Menutur Keterangan Ali Amsyah Batubara persoalan ini berawal dari tindakan penyitaan paksa oleh debt colector PT. Columbus Cash & Credit terhadap lima unit computer yang di kredit Ali Amsyah dari PT. Columbus karena cicilan telah jatuh tempo lebih dari tiga hari. Menurut Ali Amsyah tindakan debt colector PT. Columbus seperti gaya preman saja tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Di katakannya “ saya akui bahwa cicilan kredit saya telah jatuh tempo tiga hari dan saya sudah mohon agar di beri tenggat waktu satu minggu walaupun harus membayar denda tunggakan, namun mereka yang berjumlah sekitar 10 orang itu tidak mengindahkan permohonan saya dan dengan brutalnya mereka mengambil dan mencopoti lima unit computer yang sudah terpasang tersebut” ungkap Ali Amsyah. Di tambahkannya “ atas tindakan yang tidak menyenangkan ini saya mohon bantuan Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Indonesia (YLKMI) Psp mengadukan persoalan ini kepada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Daerah Psp, namun sampai hari ini pihak PT. Columbus tidak mengindahkannya “ tutur Ali Amsyah.

Ditempat terpisah A.Hamzah BBA tokoh pemuda di P.Sidimpuan saat di minta pendapatnya mengenai masalah ini mengatakan “ Saya sepakat atas tindakan yang di lakukan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Daerah (Disperindag) Psp ke ranah Hukum, mungkin PT.Columbus merasa powernya lebih besar dari pada Disperindag sehingga mereka mengabaikan surat panggilan Disperindag yang nota bene adalah instansi pemerintah yang berwenang menangani permasalahan seperti ini dan juga instansi inilah yang memberi izin bagi PT.Columbus untuk membuka usahanya di kota P.Sidimpuan.

Dalam hal ini saya berharap kepada Disperindag agar meninjau ulang izin yang telah di berikan kepada PT.Columbus. Bila hal ini dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk terutama hal ini menyangkut marwah Pemko P.Sidimpuan” ditambahkan A.Hamzah BBA, “ sebenarnya hal ini bukan yang pertama kali di lakukan perusahaan ini terhadap konsumennya, namun banyak yang tidak mengadakan perlawanan, jadi kita menghimbau masyarakat agar lebih berhati hati dalam berhubungan dengan perusahaan yang seperti ini dan kepada Aparat penegak hukum agar segera menindak lanjuti laporan Disperindag ini karena sikap yang ditunjukkan PT.Columbus tersebut merupakan pelecehan bagi Pemerintah dan masyarakat Kota P.Sidimpuan “ ucapnya. Ketika hal ini di konfirmasi ke pada PT.Columbus Cash & Credit tidak ada satu karyawanpun yang mau memberikan keterangan. Salah seorang karyawan mengatakan “ kami tidak tahu menahu itu, pimpinan tidak ada di tempat, nomor HP nya kami juga tidak tahu “ ucapnya sembari meminta agar namanya tidak di sebutkan.

Sementara itu ditempat terpisah Anas warga Kelurahan Timbangan Psp.Utara mengatakan “ kita sangat menyayangkan tindakan debt colector PT. Columbus yang bertindak arogan ini, Negara kita punya hukum atau atauran dan pada KUHP pasal 38 dan pasal 128 di jelaskan bagai mana prosedur penyitaan. Kalau prosedur ini tidak di patuhi jelas tindakan ini melawan hukum. Hal ini bisa kita lihat pada KUHP pasal 368 ada ancaman atas perbuatan ini” lebih jauh di sampaikannya “ kepada masyarakat di harapkan dapat mengetahui hak haknya apa bila mengalami hal yang seperti ini, sebagai contoh mintalah di tunjukkan Surat Izin Penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri setempat (KUHP pasal 38), inta kepada penyita menunjukkan catatan atau benda yang akan disita, minta kepada penyita agar barang yang akan disita di perlihatkan kepada pemerintah setempat semisal kepala lingkungan dan dua orang saksi, minta di buatkan Berita Acara Penyitaan (BAP), minta turunan Berita Acara Penyitaan (BAP) tersebut, kalau hal hal di atas tidak terpenuhi si penyita, masyarakat berhak menolak.

Selain dari itu diharapkan kepada pemerintah mensosialisasikan Undang Undang yang ada seperti UU Nomor 8 Thn 1999 tentang perlindungan konsumen “beber Anas (KS.01)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: