RSS

Kemenkop: Periksa Izin Koperasi

11 Okt

JAKARTA, FAJAR — Kementerian Koperasi dan UKM meminta kepada pemerintah daerah untuk memeriksa izin Koperasi Harapan Bersama Parepare.

 

 

Kepala Sub Bidang Penatausahaan Badan Hukum Koperasi Kemenkop UKM, Sutrisno, Selasa, 3 April, mengatakan otonomi daerah sudah mengamanahkan kepada kepala daerah untuk melakukan tugas pembantuan dalam hal perizinan. Sehingga, hubungan langsung antara Kemenkop UKM dengan koperasi di daerah tidak ada lagi.

 

 

“Hal-hal menyangkut pengesahan, perubahan AD/ART, pembinaan, dan pembubaran itu sudah diserahkan ke pemda sebagai tugas pembantuan. Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM hanya lintas provinsi, gubernur untuk lintas kabupaten, dan bupati atau wali kota untuk di dalam kabupaten itu,” ujar Sutrisno.

 

 

Sutrisno menyayangkan ketika Kepala Dinas Koperasi Kota Parepare memberikan jawaban kalau itu bukan domainnya. Pasalnya, fungsi pembinaan koperasi masih melekat pada bidang tugasnya. Yang jelas, sebut Sutrisno, sebagaimana diatur dalam Permenkop UKM Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 tentang pedoman pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi, sebuah koperasi dilarang melayani selain anggota dan calon anggota.”Bisa dengan koperasi lain dan anggotanya, kalau ada perjanjian tertentu yang dibuat,” ujar Sutrisno.

 

 

Terkait masalah bunga tinggi, Sutrisno mengatakan sepanjang itu disepakati anggota dan tidak melanggar aturan perbankan soal bunga pinjaman. Menurutnya, keputusan tertinggi dalam lembaga koperasi ada pada rapat anggota. “Makanya, jika itu disepakati anggota tidak mengapa. Makanya, koperasi itu hanya bisa melayani anggota dan calon anggota, bukan masyarakat. Kalau mau melayani masyarakat, rekrut dulu mereka menjadi anggota,” tegasnya.

 

 

Terpisah, Direktur STIM Nitro Makassar, Agus Arman menilai kasus yang menimpa nasabah KSU Harapan Bersama Parepare merupakan kasus berulang. Menurutnya, hal itu sama modelnya ketika gencarnya kospin yang banyak merugikan nasabah beberapa waktu lalu.

 

 

Menurut Agus, bunga 50 persen dalam tempo 45 hari memang tidak wajar. Apa yang diberlakukan KSU Harapan Bersama itu, kata dia, sangat tidak masuk akal dengan tingginya bunga yang ditawarkan tanpa  memperhitungkan risikonya.

 

 

Padahal, lanjutnya, dalam berinvestasi berhitung jika makin tinggi imbalnya maka semakin tinggi pula risiko yang akan ditanggung nasabah. Sebaliknya, KSU Harapan Bersama Parepare yang mengabaikan risiko.

 

 

“Nah, beginilah yang terjadi. Ketika sudah sampai pada titik tertinggi, koperasi langsung ditutup. Yang rugi nasabah itu sendiri, karena hanya terbuai dengan bunga yang tinggi dan mengabaikan risiko yang ditimbulkan,” katanya.

 

 

Pola yang diterapkan KSU Harapan Bersama, tambah Agus, skemanya sama dengan sistemmultilevel marketing (MLM). Sebab, pada waktu tertentu akan game. Orang yang berada di atas mendapatkan keuntungan dari nasabah yang baru masuk.

 

 

“Kalau sistem begini memang sangat tidak wajar. Makanya nasabah harusnya waspada kalau bicara bunga dan tak pernah bicara risiko. Prinsip ekonomi itu selalu kedepankan risiko dan mestinya mengacu pada suku bunga di bank. Kalau sudah 50 persen tidak wajar,” tandasnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: