RSS

Oknum Penyidik Polsek Banyuglugur Dinilai Melanggar KUHAP dan Tidak Menggali Hukum

11 Okt

Probolinggo – Betapa pentingnya arti bantuan hukum, khususnya bagi masyarakat miskin yang sedang berhadapan dengan masalah hukum. Tanpa adanya bantuan hukum (pendampingan dalam proses hukum) maka sangat rentan terjadi pelanggaran terhadap hak-hak seseorang yang telah dijamin oleh undang-undang. Bahkan potensi adanya rekayasa kasus, bukan hal yang mustahil akan terjadi.

Hal ini sebagaimana telah dialami oleh Miftah (19 tahun), seorang pemuda yang menjadi korban pembacokan oleh beberapa orang. Namun malah sebaliknya, Miftah yang sempat opname gara-gara luka bacokan tersebut, malah di laporkan ke Mapolsek Banyuglugur atas dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP; dan status Miftah sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya heran, mengapa anak saya yang dibacok, kok malah anak saya yang ditetapkan sebagai tersangka. Seharusnya saya yang dilindungi. Ini namanya, sudah jatuh masih tertimpa tangga,” sesal Rangkuti, ayah Miftah.

Anak saya sudah ditahan lebih dulu, lanjut Rangkuti, namun malah pembacok Miftah ditahan seminggu setelah Miftah lebih dahulu mendekam ditahanan. Kemudian saya pun melaporkan pelaku pembacok Miftah ke Polsek Banyuglugur pula, Penyidik menerapkan Pasal 351 KUHP untuk menjerat pelaku pembacok Miftah.

Hasanudin SH, SHI, MH Advokat dari Miftah ketika mengunjungi Polsek Banyuglugur mengatakan bahwa, “Kami kesini bertujuan meminta salinan BAP Miftah. Kami akan mempelajari, dan kemudian jika ada proses hukum yang tidak berkesesuaian dengan ketentuan yang berlaku maka kami akan melaporkannya ke Propam Polres Situbondo. Mengapa pembacok Miftah hanya dijerat dengan Pasal 351 KUHP, padahal barang bukti berupa clurit sudah diamankan oleh penyidik, dalm hal ini sangat memungkinkan juga dijerat dengan Pasal 353 KUHP dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Kita lihat saja bagaimana nantinya,” imbuh Hasanudin SH, SHI, MH pada Jum’at sore (31/8).

Hasanudin SH, SHI, MH melanjutkan lebuh jelas bahwa jika penyidik menggunakan Pasal 170 untuk menjerat Miftah, maka proses penyidikan, baik di tingkat kepolisian maupun di tingkat kejaksaan wajib didampingi oleh penasihat hukum sesuai Pasal 56 ayat 1 KUHAP. Seharusnya, penyidik yang mengetahui bahwa Tersangka yang diancam dengan pidana penjara di atas 5 (lima) tahun, harus segera menunjuk Advokat bagi Tersangka sebagaimana amanat Pasal 56 ayat 1 KUHAP, dan tidak perlu menanyakannya lagi kepada Tersangka, apalagi justru mengarahkan agar Terdakwa tidak perlu didampingi oleh Penasehat Hukum atau bahkan membuatkan berita acara penolakan didampingi Penasehat Hukum.

“Penyidik itu pelaksana UU/KUHAP, bukan dalam posisi sebagai ahli tafsir. Didalam KUHAP Pasal 56 ayat 1 sangat jelas ditandaskan bahwa barang siapa yang terancam dengan pidana 5 tahun atau lebih maka wajib didampingi Advokat, dan kewajiban itu adalah imperative terhadap penyidik. Pembuatan berita acara penolakan untuk didampingi Advokat oleh penyidik adalah tafsir penyidik terhadap Pasal 56 ayat 1 KUHAP; dan berindikasi bahwa penyidik tidak professional sebab tidak taat kepada kewajibannya sesuai Pasal 56 ayat 1 KUHAP dan melanggar UU HAM Pasal 17. Seharusnya penyidik tidak perlu menunggu keluarga Miftah juga melapor, penyidik wajib mengembangkan penyidikan dan menggali hukum,” imbuh Hasanudin SH, SHI, MH.

Kanit Reskrim Polsek Banyuglugur Bpk. Suwari ketika dikonfirmasi dikantornya mengenai beberapa hal yang disoalkan diatas menyatakan, “Berita penolakan untuk didampingi Advokat telah dibuat dan ditanda tangani oleh Miftah. Untuk masalah penahanan yang dipersoalkan, itu karena JPU-nya cuti, serta Keluarga Miftah baru melapor 4 hari setelah pembacok Miftah melaporkan Mifah ke Polsek Banyuglugur,” kilahnya pada Jum’at sore (31/8).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: