RSS

Keluarga Para Terdakwa Menduga Keras Saksi Samhadi Dikondisikan

01 Nov

Probolinggo -Persidangan terdakwa Bashori Alwi al Bas dan Rahmat Hidayat al Day kembali disidangkan di PN Kraksaan, pada Selasa (09/10/12). Kali ini agenda sidang masih dalam pemeriksaan saksi dari JPU Tri Dias, SH.

JPU menghadirkan 2 saksi, yakni Eko Aprianto (penyidik Bashori Alwi al Bas) dan Samhadi. Seperti biasanya, persidangan kali ini juga dihadiri oleh beberapa aparat dari Kepolisian.

Dalam sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi dari JPU ini menghadirkan saksi verbal lisan yakni Eko Aprianto sebagai saksi terkait obyektifitas pemeriksaan. “Saya melaksanakan semua pemeriksaan kepada tersangka sesuai peraturan perundang-undangan”, ucap Apri ketika dicecar oleh Majelis Hakim. Setelah itu majelis hakim menanyakan kebenaran keterangan saksi verbal lisan kepada Bashori Alwi al Bas. “Semua keterangan penyidik benar,” ucap Bashori Alwi al Bas dengan nada terkesan tertekan.

Padahal sebelum sidang digelar, Bashori Alwi al Bas ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan sangat tertekan. “Saya dipaksa untuk mengaku karena saya tidak kuat terhadap tekanan baik psikis atau pun fisik. Kaki saya ditembak, tubuh dan kemaluan saya disetrum. Saya hanya bisa pasrah,” ucap Bashori Alwi al Bas.

Nurul Huda, SH, MH Penasehat Hukum Bashori Alwi al Bas dan Rahmat Hidayat al Day juga sangat meragukan keterangan saksi dan sempat terlibat dalam perdebatan yang cukup sengit. “Keterangan yang diberikan saksi sangat aneh dan saya duga syarat dengan kejanggalan. Ini didasari bahwa dalam jarak 20 meter dan keadaan gelap, sangat tidak mungkin saksi Samhadi dapat melihat dengan jelas para pelaku curanmor. Selain itu sepertinya, saksi Samhadi mempunyai mata yang tidak super-natural, oleh karena bisa melihat dua orang pelaku berada didepan rumah sekaligus melihat dua pelaku lainnya yang berada dibelakang rumah,” ungkap Nurul Huda, SH, MH seusai persidangan.

Keluarga Bashori Alwi al Bas dan Rahmat Hidayat al Day menyatakan, “Saksi Samhadi itu keterangannya sangat janggal dan kami duga keras bahwa saksi Samhadi tersebut telah dikondisikan terlebih dahulu. Kami sebagai keluarga juga heran, dan bertanya-tanya, mengapa selalu banyak anggota Buser yang selalu hadir dalam persidangan Bashori Alwi al Bas dan Rahmat Hidayat al Day? Apakah ini bentuk intimidasi terhadap kedua terdakwa dan para saksi? Atau apakah para Buser tersebut sedang “nganggur” sehingga harus selalu meluangkan waktu untuk selalu menghadiri persidangan Bashori Alwi al Bas dan Rahmat Hidayat al Day?. Kami meminta kepada Bapak Kapolres Probolinggo AKBP Gatot Soegeng Soesanto, SH agar ikut memantau persidangan Bashori Alwi al Bas dan Rahmat Hidayat al Day, sebenarnya apa tugas beberapa oknum polisi yang tidak pernah absent hadir dalam persidangan Bashori Alwi al Bas dan Rahmat Hidayat al Day tersebut?. (tim)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: