RSS

Kepsek SDN Betek II Diresahkan Seorang Oknum LSM

15 Nov

Probolinggo

Katima, SPd Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Betek II Kecamatan Krucil yang didampingi beberapa Guru menyatakan, dirinya sudah tidak nyaman bekerja sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Betek II, pasalnya baru kali ini diteror oleh seorang oknum LSM, padahal sebagai pelayan dan pelaksana pendidikan, ia menginginkan bekerja dengan nyaman.

Menurutnya bahwa dia sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Betek II bukan pengusaha yang mengambil keuntungan dari anggaran pendidikan. “Kenapa Instansi Pendidikan selalu disorot yang jeleknya saja, tetapi yang baikya tidak pernah dimunculkan,” keluhnya.

Awalnya, ada seorang oknum LSM berinisial HMZ mendatangi SDN Betek II guna melakukan upaya kontrol. Kemudian karena tidak bertemu dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Betek II Ibu Katima, SPd., maka HMZ melakukan beberapa manuver. Salah satu manuvernya adalah dengan mendatangi rumah Ibu Katima, SPd. Dirumah Ibu Katima, SPd., HMZ bertemu dengan putra Ibu Katima, SPd. “Seakan-akan saya seperti buronan yang dikejar terus, sampai anak-anak saya shock dengan perlakuan HMZ,” tutur Ibu Katima, SPd.

Dan pada Senin (12/11), HMZ menemui Ibu Katima, SPd diruangannya di SDN Betek II. HMZ tidak sendiri, melainkan bersama dengan seorang wartawan mingguan berinisial MJI. Kemudian beberapa saat setelah HMZ dan MJI menemui Ibu Katima, SPd., datang juga H. Lutfi Hamid BA. (dari LSM AMPP) dan Khofy alQuthfby SH., SPd. (Komnas PK-PU).

Kala itu HMZ menyatakan bahwa ada pelanggaran terkait material bangunan, seperti penggunaan besi dan komposisi semen. Sehingga tidak disangka terjadi perdebatan sengit antar LSM tersebut. H. Lutfi Hamid BA. (dari LSM AMPP) dan Khofy alQuthfby SH., SPd. (Komnas PK-PU) menegur HMZ agar memposisikan diri sebagai lembaga kontrol bukan menjelma menjadi lembaga yudikatif. “Jika LSM melihat ada pelanggaran silahkan melakukan klarifikasi dengan santun, hormati hak-hak privasi orang lain. Dan jika masih kurang puas silahkan melapor ke instansi penegak hukum. Bagaimana bisa menyalahkan suatu obyek bangunan jika tidak memiliki Bestek dan RAB-nya. Kantongi dulu datanya baru bicara, jadi argumentatif, serta fahami asas presumption of innocent,” ujar H. Lutfi Hamid BA. (dari LSM AMPP) dan Khofy alQuthfby SH., SPd. (Komnas PK-PU). (rid)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 15, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: