RSS

Diduga Palsukan Visum, dr. Syaiful Dilaporkan ke Polres Probolinggo

13 Des

IMG_1497l

Probolinggo,

Pak Muhammad warga Ds. Randu Tatah Kec. Paiton yang menjadi korban penganiayaan didampingi kuasa hukumnya melaporkan oknum dokter yang sekaligus Kepala Puskesmas Paiton, dr. Syaiful Bahri ke Polres Probolinggo. dr. Syaiful Bahri dituduh memalsukan surat yang dijadikan alat bukti dalam kasus penganiayaan kepada Pak Muhammad (Visum et Repertum, red).

“Kami sudah melaporkan dr. Syaiful Bahri ke Polres Probolinggo pada Senin 10 Desember 2012 kemarin,” ujar kuasa hukum Pak Muhammad, Hasanuddin, SH., SHI., MH. & Achmad Mukhoffi SH., SPd.

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: TBL / 498 / XII / 2011 / JATIM / RES PROB, Pasal yang dilaporkan yakni 267 KUHP.

“Kami hingga kini masih menunggu proses dari kepolisian saja, kalau dari kami dipanggil untuk proses selanjutnya, pasti siap,” tambah Hasanuddin, SH., SHI., MH.

Kronologinya, pada Minggu pagi 28 Oktober 2012, Pak Muhammad dikeroyok oleh tetangganya sendiri yang bernama Ali dan Misyar. Sebab pengeroyokan tersebut, Pak Muhammad menderita memar dipunggung, luka lecet pada siku sebelah kiri dan kaki sebelah kanan. Kemudian waktu itu juga Pak Muhammad langsung melapor ke Mapolsek Paiton. Namun, pada awal bulan Desember 2012, Penyidik Polsek Paiton bernama Deni memperlihatkan hasil Visum et Repertum Pak Muhammad, dan hasilnya nihil, tidak ada luka dan memar ditubuh Pak Muhammad.

Hasanuddin, SH., SHI., MH. menjelaskan dr. Syaiful Bahri diduga merekayasa hasil Visum et Repertum dari Pak Muhammad. “Yang melakukan pemeriksaan Visum terhadap Pak Muhammad itu adalah dua orang perawat bukan dr. Syaiful Bahri. Perawat tidak memiliki kewenangan/keahlian untuk melakukan pemeriksaan visum, karena hanya dokter yang mempunyai kewenangan tersebut atas permintaan rekan penyidik. Seharusnya jika dokter berhalangan untuk melakukan pemeriksaan maka seharusnya dirujuk ke Rumah Sakit terdekat saja bukan dipaksakan. Di Puskesmas lain, jika tidak terdapat Dokter, maka perawatnya menolak dan merujuknya ke Rumah Sakit terdekat,” jelas Hasanudin.

Ipda Mustadji, SH Kanit Idik 1 Polres Probolinggo ketika dimintai tanggapannya atas pelaporan dugaan pemalsuan Visum tersebut mengatakan bahwa silahkan ikuti proses hukumnya. “Penyidik mempunyai beberapa tahapan yakni penyelidikan dan penyidikan. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya, jika terdapat 2 alat bukti, maka tidak menutup kemungkinan status oknum Dokter tersebut ditingkatkan menjadi Tersangka,” ujar Kanit Idik yang akan naik pangkat pada Januari 2013 ini. (rid)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 13, 2012 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: