RSS
Gambar

seminar fidusia

19 Feb

SEMINAR FIDUSIA-1

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 19, 2013 in BERITA

 

3 responses to “seminar fidusia

  1. Dj-anggurcf

    Mei 24, 2013 at 5:00 am

    Dlm fidusia yg dijaminkan misalkan benda bergerak roda 2 / motor, Apakah Dalam setiap kasus fidusia, customer/ debitur yg wan prestasi, akan selalu dimenangkan? jika pihak kreditur/leasing menyita/menarik kendaraan motor tersebut, kemudian si pihak konsumen/pelanggan/ debitur melaporkannya ke pengadilan….?

     
  2. Dj-anggurcf

    Mei 24, 2013 at 5:01 am

    Izin bertanya admin,….

    Dlm fidusia yg dijaminkan misalkan benda bergerak roda 2 / motor, Apakah Dalam setiap kasus fidusia, customer/ debitur yg wan prestasi, akan selalu dimenangkan? jika pihak kreditur/leasing menyita/menarik kendaraan motor tersebut, kemudian si pihak konsumen/pelanggan/ debitur melaporkannya ke pengadilan….?

     
    • komnaspkpuprobolinggo

      Oktober 7, 2013 at 3:53 am

      Terima Kasih atas responnya terhadap website ini. Mohon maaf terlambat menanggapi karena terbentur kesibukan untuk membantu para pencari keadilan.

      Untuk masalah menang dan kalah itu tidak ada didalam dunia hukum, yang ada adalah mana yang terbukti dan tidak terbukti secara syah dan meyakinkan melakukan suatu perbuatan pidana (Jika yang anda maksud adalah pengadilan pidana). Jika terjadi penarikan/penyitaan unit jaminan fidusia(motor, mobil, dll) secara paksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan oleh debt collector, maka konsumen bisa melaporkannya ke SPKT Polres setempat dengan Pasal 335 jo Pasal 368 KUHP.

      Namun, sependek pengetahuan kami, unsur memaksa ini harus erat kaitannya dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, semisal ada penarikan baju hingga robek, ada pemukulan/penganiayaan, ada ancaman kekerasan, dan perbuatan sejenisnya. Jika tidak unsur tersebut maka sulit bagi penyidik untuk memproses hukum debt collector yang telah melakukan penarikan unit tsb. Jika penarikan unit jaminan fidusia tsb dilakukan tanpa adanya unsur “memaksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan”, maka perbuatan debt collector tsb tidak lebih dari unsur perdata.

      Pertahankan sebisa mungkin unit jaminan fidusia yang sedang anda kendarai/kuasai.
      Akhir kata, jika ada seseorang ketika tertangkap basah mencuri sandal milik anda dimasjid, maka sudah dapat dipastikan anda akan meneriaki si maling tsb dan mengejar dan berusaha mendapatkan sandal milik anda kembali. Namun kenapa banyak orang ketika unit kendaraannya di tarik/ di sita oleh debt collector malah diem? Malah bengong? Malah memilih pasrah? Padahal harga unit kendaraan jauh lebih mahal dari sepasang sandal? Para cebt collector itu orang sipil yg tidak mempunyai kewenangan pro yustisi (penyitaan) seperti Polisi.

      Demikian semoga bs menjadi pencerahan hukum….

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: