RSS

BAP Saksi Diduga Sarat Rekayasa

06 Okt

Probolinggo
Sungguh sial nasib Rudi Eko Cahyono (20) warga Dsn. Krajan II Ds. Besuk Kidul Kec. Besuk ini harus direpotkan dengan proses penyidikan oleh Penyidik Polsek Krucil.

Awalnya, pada Kamis (16/5), datang Zainul Arifin warga Kec. Krucil yang tak lain adalah paman dari Rudi Eko Cahyono. Kedatangan Arifin –panggilan Zainul Arifin- bermaksud meminjam sepeda motor Yamaha Vixion milik Rudi Eko Cahyono. Karena Arifin masih ada hubungan famili dengan Rudi –panggilan Rudi Eko Cahyono-, maka Rudi pun meminjamkannya.

Sialnya, pada pertengah Mei 2013, rumah Arifin dibobol pencuri. Pencuri membobol tembok dapur rumah Arifin dan membawa sepeda motor Yamaha Vixion tersebut. Arifin sedikit bernafas lega karena sepeda motornya ditemukan warga di sebuah lokasi di Kec. Krucil, namun warga tidak sempat menangkap pencurinya. Pencuri berhasil kabur tanpa meninggalkan jejak apapun. Warga pun menyerahkan sepeda motor hasil pencurian tersebut ke Mapolsek Krucil.

“Saya langsung menghubungi Rudi ketika sepeda motor yang saya pinjam tersebut raib di bawa pencuri. Dan saya sudah menginformasikan jika sepeda motor milik Rudi tersebut berada di Mapolsek Krucil,” terang Arifin.

Mengetahui sepeda motornya ada Mapolsek Krucil, Rudi melalui Kuasa Hukumnya dari kantor Hasanudin, SH, SHI, MH Law Office melakukan klarifikasi mengenai keberadaan dan status sepeda motor tersebut. Namun, pihak Polsek Krucil melalui Kapolsek Krucil dan Kanit Reskrimnya menyatakan bahwa Rudi tidak disebut didalam BAP, Arifin menyatakan bahwa dia pinjam kepada Babun. “Kami tidak bisa mengabulkan permohonan pinjam pakai barang bukti tersebut kepada Rudi, sebab didalam BAP Arifin menyebutkan bahwa dirinya meminjam sepeda motor tersebut dari Babun, bukan Rudi. Dan Kuasa Hukum Rudi hanya bisa menunjukkan STNK & Surat Keterangan Kepemilikan dari Desa, bukan BPKB,” tukas Kapolsek Krucil didampingi Kanit Reskrim Samsul Arifin.

Namun keanehan muncul ketika Tim Kuasa Hukum Rudi melakukan investigasi kepada Arifin, karena begitu banyak saksi yang menyebutkan bahwa sejatinya Arifin meminjam sepeda motor Yamaha Vixion tersebut kepada Rudi. Mengetahui adanya keganjilan keterangan didalam BAP Arifin tersebut, Tim Kuasa Hukum Rudi meminta Penyidik untuk melakukan pemeriksaan tambahan kepada Zainul Arifin. Hasilnya Arifin pun menyatakan secara jujur bahwa dirinya tidak pernah memberikan keterangan meminjam sepeda motor tersebut kepada Babun, tapi meminjam kepada Rudi.

“Saya juga heran mengapa ada nama Babun di BAP saya, padahal saya sudah menerangkan kepada Penyidik bahwa saya meminjam sepeda motor Vixion tersebut kepada Rudi. Pihak keluarga Rudi pun komplain kepada saya, oleh karena itu di dalam keterangan tambahan saya menyatakan bahwa saya pinjam kepada Rudi. Dans sejak awal memeberikan keterangan, saya sudah menerangkan jika saya pinjam dari Rudi,“ ujar Arifin.

Setelah melakukan pemeriksaan tambahan kepada Arifin, Penyidik langsung melakukan pemeriksaan kepada Rudi. “Saya pun menerangkan apa adanya bahwa Arifin meminjam sepeda motor Vixion tersebut kepada saya. Ketika meminjam sepeda motor tersebut, malah Arifin bersama Bapak saya,” kata Rudi.

Pengamat Hukum Drs. Abu Siri SH, ketika dimintai pendapatnya menyatakan, “Saya duga BAP saksi Arifin sarat dengan rekayasa. Patut diduga kuat Penyidik melakukan rekayasa BAP dan seolah-olah menghilangkan pemilik yang sesungguhnya yakni Rudi. Pertanyaan saya, apakah pemilik sepeda motor tersebut memang sengaja dibuat ghaib oleh Penyidik?. Sehingga Barang Bukti (BB) berupa sepeda motor Yamaha Vixion tersebut akan tetap dalam penguasaan Penyidik?”.

Lebih jauh, Drs. Abu Siri SH, menjelaskan, “Terkait permohonan pinjam pakai harus menyertakan BPKB menurut saya hal yang tidak diatur didalam perundang-undangan. Rudi membeli sepeda motor Vixion tersebut senilai Rp. 15 Juta dan membayar Rp. 7 Juta karena BPKB-nya masih belum ditangan Rudi. Kapolsek Krucil harus menerapkan asas praduga tak bersalah, jangan terlalu prematur mengedepankan kecurigaan kepada masyarakat. Telah sangat jelas didalam Pasal 19 Perkap 10/2010 dan Pasal 46 KUHAP bahwa BB dikembalikan kepada ‘ORANG ATAU DARI SIAPA BENDA ITU DISITA atau kepada mereka yang berhak’. Penyidik tidak perlu repot-repot mencari mencari siapa pemilik BB tersebut dengan mewajibkan pemohon pinjam pakai melampirkan BPKB, karena tidak diatur aturan yang mewajibkannya, jika ada silahkan tunjukkan! Janganlah membuat aturan sendiri, karena tugas Penyidik bukan membuat aturan tapi melaksanakan aturan, kembali kepada KUHAP saja. Saya heran, karena seolah-olah BB tersebut terkait sebuah Laporan Polisi (LP). Saya tegaskan, didalam Pasal 15 Perkap 14/2011 dinyatakan bahwa Polisi dilarang mencari-cari kesalahan masyarakat”. (hu)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2013 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: