RSS

Kasus Dugaan Penipuan Paket Promo Paket BlackBerry Simpati Terus Bergulir

06 Okt

Probolinggo
Proses perkara laporan para konsumen terhadap Telkomsel terkait dugaan penipuan paket layanan Full Service BlackBerry Messenger (BBM) Simpati terus berlanjut. Para konsumen yang telah melapor di SPKT Mapolres Probolinggo Kabupaten, diperiksa sebagai saksi pada Senin, 08 April 2013 di ruang Unit Idik III Polres Probolinggo.

“Alhamdulillah, program Komnas PK-PU Indonesia Cab. Probolinggo dalam mengadvokasi para konsumen diantaranya program konsumen cerdas mulai membahana di Kab. Probolinggo. Para konsumen yang merasa dirugikan oleh paket promo Simpati tersebut setelah kami dampingi untuk melapor, kini mulai merasa merasakan kegunaan perlindungan konsumen. Laporan Polisi Nomor: 119/III/2013/Polres, alhamdulillah mendapat tindak lanjut dan apresiasi yang sangat positif dari penyidik. Ini dibuktikan para saksi sudah mulai dipanggil untuk dimintai keterangannya dan dituangkan dalam BAP. Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) tercipta atas keinginan dunia (WTO), dan UUPK bersifat lex specialis”, ujar Achmad Mukhoffi, S.Pd, S.H., Dir. Eksekutif Komnas PK-PU Indonesia Cab. Probolinggo ketika dikonfirmasi pada Kamis (5/4).

Awalnya, lanjut Khofi, terbentuknya UUPK yang disepakati oleh DPR pada (tanggal 30 Maret 1999) dan disahkan Presiden RI pada tanggal 20 April 1999 (LN No. 42 Tahun 1999) dilakukan dengan berbagai usaha dengan memakan waktu, tenaga dan pikiran yang banyak telah dijalankan berbagai pihak yang berkaitan dengan pembentukan hukum dan perlindungan konsumen. Baik dari kalangan pemerintah, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, bersama-sama dengan perguruan-perguruan tinggi yang merasa terpanggil untuk mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen ini Salah satu pokok kesimpulannya berbunyi “Agaknya dalam kerangka ini mutlak perlu suatu Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dan seharusnya Undang-Undang ini memberikann perlindungan pada masyarakat konsumen.” Akhirnya, didukung oleh perkembangan politik dan ekonomi di Indonesia (1997-1999), semua kegiatan tersebut berujung disetujuinya UU Tentang Perlindungan Konsumen yang terdiri dari 15 Bab dan 65 pasal dan mulai berlaku efektif sejak 20 April 2000. Ternyata dibutuhkan waktu 25 tahun sejak gagasan awal hingga Undang-Undang ini dikumandangkan (1975-2000)”.

Ir. Abu Asmara sebagai konsumen (pelapor) yang merasa dirugikan dengan paket promo Simpati tersebut, menyatakan keberharapannya agar proses hukum terhadap Telkomsel terus berjalan sesuai mekanisme perundang-undangan. “Kami sangat bersyukur atas eksistensi dan manifestasi perlindungan hukum bagi konsumen. Konsumen adalah raja. Sudah sepatutnya konsumen diperlakukan dan dilayani secara layak oleh pelaku usaha, karena selama ini masyarakat konsumen lazimnya selalu pada posisi yang serba lemah. Kehadiran Komnas PK-PU Indonesia Cab. Probolinggo sebagai sebuah entitas perlindungan hukum bagi konsumen memang sangat kami butuhkan. Kami berharap perkara yang saya laporkan tersebut segera mendapat kepastian hukum,” ujar Abu seusai mendampingi anaknya yang juga diperiksa sebagai saksi di Unit Idik III Polres Probolinggo, pada Senin (8/4). (rid)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2013 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: