RSS

Ketua Majelis Hakim Sahat Saur Parulian Banjarnahor, SH. Dinilai Arogan

06 Okt

Probolinggo
Hakim adalah wakil Tuhan YME di muka bumi. Tugasnya sangat berat yakni menjatuhkan sanksi berupa hukuman kepada setiap terdakwa yang duduk dikursi pesakitan. Namun, meskipun Hakim adalah wakil Tuhan YME bukan berarti bahwa setiap Hakim dijamin memiliki sifat dan sikap sempurna layaknya sifat Ilahi. Tidak sedikit Hakim yang wajib kita sebut sebagai “Oknum Hakim”, yang melakukan perbuatan kriminal sehingga menciderai reputasi institusi Peradilan.

Persidangan 3 orang terdakwa bernama Sati, Tirahma, Fatimah terhadap Samsuri yang digelar pada Rabu (16/4), memang sepertinya penuh kemelut dan kericuhan. Selain kericuhan antar para pengunjung, Ketua Majelis Hakim, Sahat Saur Parulian Banjarnahor, SH. pun, sempat berdialog sengit dengan salah satu pengunjung sidang bernama Achmad alQuthfby, SH. Hakim Sahat Saur Parulian Banjarnahor, SH. melakukan peneguran karena Achmad alQuthfby, SH. terlihat melakukan perekaman terhadap jalannya sidang, serta dinilai akan mengganggu jalannya proses persidangan.

“Apa argumentasi hukum anda melarang saya melakukan perekaman terhadap jalannya persidangan? Bukankah sidang terbuka untuk publik? Silahkan Majelis Hakim yang saya muliakan ini, menunjukkan aturan yang melarang saya melakukan perekaman dan menghidupkan Handphone diruang sidang?, lain halnya jika HP saya berdering, lha wong HP saya silent. Jadi tidak ada hal yang akan mengganggu jalannya persidangan. Jangan melarang perbuatan yang tidak dilarang oleh Undang-Undang,” Tegas Achmad alQuthfby, SH. langsung kepada Ketua Majelis Hakim Sahat Saur Parulian Banjarnahor, SH.

Hemat saya, Sahat Saur Parulian Banjarnahor, SH. perlu banyak membaca, terutama membaca SEMA No. 04 Tahun 2012 tentang Perekaman Proses Persidangan. Bahkan Ketua Pengadilan wajib memastikan terlaksananya perekaman audio visual sesuai SEMA tersebut”, Imbuh Achmad alQuthfby, SH.

“Ketua Majelis Hakim itu arogan dan alergi terhadap rekaman. Itu kan sidang terbuka untuk umum, tidak ada larangan untuk direkam. Yang tidak boleh adalan mengganggu jalannya persidangan, mislanya ricuh,” ungkap salah satu pengunjung sidang ketika hendak meninggalkan ruang sidang. (rid)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2013 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: