RSS

Lagi, Debt Collector Adira Finance Dilaporkan

06 Okt

Probolinggo
Ulah para debt collector Lembaga Finance kembali mengusik kondusifitas masyarakat Kab. Probolinggo. Sungguh sial nasib Dwi Fantria Pamungkas, warga Ds. Pabean, Kec. dringu, Kab. Probolinggo. Sepeda motor miliknya Yamaha Mio Nopol: N 6864 WI, dirampas oleh 3 orang Debt Collector yang mengaku dari Adira Finance.

Kronologinya, Fantri –panggilan akrab Dwi Fantria Pamungkas- mengendarai sepeda motor miliknya tersebut dari daerah Maron ke Dringu. Saat melintas di depan RS. Wonolangan, tiba-tiba salah seorang dari ketiga debt collector memukul tangan kirinya. Karena terkejut, Fantri langsung menghentikan laju sepeda motornya. Kemudian, para Debt Collector yang mengaku dari Adira Finance tersebut menanyakan surat-surat kendaraan yang dikendarai oleh Fantri serta meminta kunci sepeda motornya. Fantri menolak permintaan mereka, karena penolakan tersebut, salah satu diantara ketiga orang Debt Collector yang mengaku dari Adira Finance mencubit bagian pinggang sebelah kiri Fantri. Karena merasa ketakutan dan tertekan dengan ancaman para Debt Collector tersebut, akhirnya Fantri memberikan STNK dan kunci sepeda motornya. Kemudian, Fantri ditekan untuk menanda tangani sebuah Berita Acara Serah Terima Kendaraan Bermotor.

Merasa dirugikan dengan aksi para Debt Collector yang mengaku dari Adira Finance tersebut, Fantri di dampingi Komnas PK-PU Indonesia Cab. Probolinggo dan para advokat dari Kantor Hasanudin, SH, SHI, MH Law Office melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Dringu pada Jum’at (31/5), dengan Laporan Polisi No: LP/48/V/2013/Jatim.Res Prob/Sek Drg.

Achmad Mukhoffi alQuthfby, S.Pd., S.H., Dir. Eksekutif Komnas PK-PU Indonesia Cab. Probolinggo terkait ulah para Debt Collector tersebut menyatakan, “Bahwa eksistensi para debt collector perlu di persempit dengan rajin mensosialisasikan Perkap No. 8 Tahun 2011 tentang Pengamanan Jaminan Fidusia dan prosedur eksekusi dalam ranah perdata. Jika Lembaga Finance mempunyai sertifikat jaminan fidusia, maka Lembaga Finance tersebut dapat meminta bantuan pengamanan dari institusi Polri, namun tetap saja jika tereksekusi tetap tidak mau menyerahkan jaminan fidusianya, maka pihak Lembaga Finance wajib menempuh upaya permohonan eksekusi kepada Ketua Pengadilan Setempat (Pasal 224 HIR), bukan lantas melakukan eksekusi paksa. Debt Collector tidak mempunyai kewenangan melakukan eksekusi paksa. Pengadilan lah nanti yang akan melakukan eksekusi paksa terhadap kendaraan jaminan fidusia tersebut. Hemat saya, ulah para Debt Collector ini sudah melampaui kewenangannya yakni hanya menagih”.

Kanit Reskrim Polsek Dringu, Aiptu Rosyimin, ketika di konfirmasi menyatakan, “Penyidik telah melakukan BAP terhadap saksi korban dan saksi lainnya. Visum et Repertum juga sudah dilakukan. Mohon kesabarannya untuk menunggu proses hukum ini”. (rid)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2013 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: