RSS

Proses Hukum Oknum Debt Collector Adira Finance Terus Berlanjut “Para debt collector ini berpotensi membuat ketidak kondusifan di Kabupaten Probolinggo ini. Jika memang ingin dilakukan penyitaan maka silahkan melakukan permohonan penetapan sita di PN setempat bukan main sita sendiri“

06 Okt

Probolinggo
Proses hukum terhadap beberapa oknum debt collector Adira Finance kembali terus diproses di Mapolsek Dringu. Laporan oleh Dwi Fantria Pamungkas (LP/48/V/2013/Jatim.Res Prob/Sek Drg), warga Ds. Pabean, Kec. dringu, Kab. Probolinggo terhadap beberapa debt collector yang merampas sepeda motor miliknya (Yamaha Mio Nopol: N 6864 WI) terus bergulir.

Kronologinya, Fantri –panggilan akrab Dwi Fantria Pamungkas- mengendarai sepeda motor miliknya tersebut dari daerah Maron ke Dringu. Saat melintas di depan RS. Wonolangan, tiba-tiba salah seorang dari ketiga debt collector memukul tangan kirinya. Karena terkejut, Fantri langsung menghentikan laju sepeda motornya. Kemudian, para Debt Collector yang mengaku dari Adira Finance tersebut menanyakan surat-surat kendaraan yang dikendarai oleh Fantri serta meminta kunci sepeda motornya. Fantri menolak permintaan mereka, karena penolakan tersebut, salah satu diantara ketiga orang Debt Collector yang mengaku dari Adira Finance mencubit bagian pinggang sebelah kiri Fantri. Karena merasa ketakutan dan tertekan dengan ancaman para Debt Collector tersebut, akhirnya Fantri memberikan STNK dan kunci sepeda motornya. Kemudian, Fantri ditekan untuk menanda tangani sebuah Berita Acara Serah Terima Kendaraan Bermotor.

Fantri yang di dampingi para Advokat Komnas PK-PU Indonesia Cab. Probolinggo terus mengawal kasusnya tersebut dan meminta penyidik segera melakukan mengirim berkas perkaranya untuk diteliti oleh Jaksa Peneliti, sehingga bisa diketahui perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap atau masih perlu penambahan. “Secara intensif kami terus mengawal perkara ini hingga mendapat kepastian hukum. Kami berharap penyidik mempercepat proses hukum terhadap para oknum debt collector adira finance tersebut sehingga dapat menciptakan kepastian hukum dan memberikan pelajaran yang manfaat terhadap debt collector lainnya. Keberadaan debt collector ini kami duga sudah melebihi kewenangan para penegak hukum. UU Jaminan Fidusia itu belum bisa dilaksanakan secara serta merta karena butuh peraturan pelaksananya, semisal ada KUHP maka ada KUHAP sebagai aturan formilnya. Jadi tidak bisa main sita dan ini berpotensi membuat ketidak kondusifan di Kabupaten Probolinggo ini. Jika memang ingin dilakukan penyitaan maka silahkan melakukan permohonan penetapan sita di PN setempat bukan main sita sendiri,“ ujar Hasanudin, SH., SHI., MH. Kadiv. Advokasi Komnas PK-PU Indonesia.

Penyidik Polsek Dringu ketika dimintai informasi perkembangan hukum atas kasus para oknum debt collector adira finance tersebut menyatakan, “Kami sudah melakukan pemberkasan, dan masih ada penambahan keterangan untuk tersangka,” kata Niko -Penyidik Polsek Dringu- pada Kamis (12/9). (rid)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2013 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: