RSS

Arsip Bulanan: Februari 2014

Buron Sejak Lama, Akhirnya Kolor Ijo Berhasil Dibekuk

Probolinggo,

Polres Probolinggo Kota Jawa Timur berhasil bekuk pelaku ‘Kolorijo’ yang buron sejak bertahun-tahun dan menghantui warga di dua daerah Kabupaten dan Kota Probolinggo. Pasalnya, Pelaku dengan kekerasan dan pemerkosaan  gadis atau janda itu tidak lain adalah Buasir Nur Khotib (50) warga Pohsangit Lor Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sebuah laptop merek Samsung berikut tasnya, tujuh handphone, sebuah celurit, celana pendek Hijau doreng, sebuah arloji, uang asing 32 real dan 2 ringgit, serta uang Rp 50 ribu. Mata uang rupiah tersebut terdiri atas pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu yang tidak berlaku. Selain itu, sejumlah keris, beberapa batu akik warna hijau, kulit ular, beberapa kertas bertulisan arab, sebotol minyak wangi, dan sebuah sepeda onthel turut disita polisi sebagai barang bukti.

Di hadapan petugas, lelaki yang mempunyai 3 orang anak ini mengaku. Saat menjalankan aksinya, Nur Khotib terlebih dahulu mengintai rumah korban dengan cara menyamar sebagai tukang pencari rumput serta mempelajari lingkungan rumah korban hingga berjarak 2 meter.

Setelah lingkungan rumah korban berhasil di pelajarinya, baru pelaku ini ke esokan malamnya langsung beraksi. Terkadang, pelaku ini mencongkel jendela depan atau jendela samping rumah korban dengan clurit yang sudah di bawa oleh pelaku.

Sekitar pukul 12.30 WIB malam, pelaku berangkat dari rumahnya di desa Pohsangit Lor dengan menggunakan sepeda angin butut “Onthel”. Kemudian, sepeda tersebut langsung di amankan di tengah sawah atau ladang . Barulah pelaku meluncurkan aksinya dengan mencongkel jendela rumah korban serta menguras harta benda yang mudah di bawa oleh pelaku dengan cara di masukan ke dalam sak pupuk yang di bawanya.

Sebelum mencongkel jendel rumah korban, pelaku ini membacakan mantra “sirep” agar penghuni rumah tertidur lelap serta tidak mendengar satupun penghuni rumah saat akan menculik korban. Bagitu juga, setiba di dalam kamar korban, pelaku bukan langsung menyekap atau melakban mulut korban. Akan tetapi, terlebih dahulu, pria ini menempelkan batu akik warna hijau ke dua bola mata korban.

Barulah, pelaku menculikanya dan langsung mengeksekusi korban di sawah atau ladang yang tak jauh dari rumah korban. Setelah selesai merenggut mahkota kewanitaanya korban, pelaku ini langsung kabur dan membiarkan korban terbaring lemas di rerumputan itu.

Lelaki yang sudah menjalani aksi pemerkosaan dan pencurian barang ‘Kolorijo’ sejak tahu 2004 itu juga mengungkapkan, dia memilih rumah korban yang berjarak dekat dengan sawah atau ladang saja. Sebab aksi itu, di yakini oleh pelaku bisa lolos dari kejaran masa dan petugas kepolisian setempat.

Sementara itu pelaku membantah, kalau aksi pemerkosaan yang dia lakoni selama ini bukan untuk mengebalkan ilmu yang di pelajarinya.  Namun, dia mengaku iseng setelah pelaku sempat bertemu dengan korban ketika mengintai rumah yang akan di jarah harta bendanya.

Akan tetapi, beberapa barang bukti berupa jimat dan batu akik warna hijau yang di sita oleh polisi dari tangan pelaku, tersangka mengaku, kalau barang itu merupakan barang keturunan yang rencananya akan di turunkan juga oleh pelaku kepada keluarga.

Namun, barang-barang yang diduga mempunyai kekuatan Ghaib ‘mistik’nya tersebut sudah kandas di tangan polisi. Saat itu, pelaku sudah tidak mempunyai nyali lagi di hadapan petugas.

Saat di tangkap oleh petugas Polres Probolinggo Kota, keluarga dan warga sekitar rumah tersangka tidak menyangka, kalau selama 10 tahun,  Buasir Nur Khotib melakukan aksi kejinya dengan merenggut mahkota kewanitaan gadis atau janda di 41 lokasi.

Sri Ayu (28) anak pertama tersangka, mengaku kaget ayahnya ditangkap polisi karena mencuri dan memerkosa puluhan perempuan. Dia tidak percaya ayahnya adalah Kolor Ijo yang telah meneror perempuan sejak tahun 2014.

Padahal, masih kata anaknya, kalau Buasir pernah di tangkap oleh Polres Probolinggo Kabupaten di tahun 2004, karena melakukan pencurian, tapi masih kata anaknya, tersangka sudah tobat.

Akan tetapi, jika benar bapaknya seorang Kolor Ijo. Keluarga minta maaf kepada seluruh korban. Sebab, dia tidak menduga, kalau malam hari pria yang mempunyai 1 cucu itu pamitnya syuting video.”Ibu (Salima ,45) langsung sakit mendengar kasus ini,”sebutnya.

Warga sekitar juga menuturkan yang sama, kepala desa Pohsangit Lor Muhammad Diyu pernah memergoki tersangka keluar dari rumahnya sekitar pukul 20.30. Tersangka mengaku kepada kepala desa itu, kalau dia ada undangan untuk mengambil dokumentasi pernikahan.

Kepala desa tersebut tidak menaruh curiga. Sebab diangggapnya, kalau tersangka sudah taubat semenjak kasus pencurian dan di tahan dirutan kelas 2B Kraksaan di tahun 2004.

Disisi lain, tersangka memang kerap kali banyak tamunya, bahkan, tamu-tamu itu ngalap ‘berkah’ demi kesembuhan penyakit yang di derita oleh tamu tersebut. Sehingga, oleh  tersangka, para pasien tersebut langsung di berikan sebuah botol yag berisi air mineral. ”Terkadang setiap harinya itu ada 3 sampai 4 orang kerumah Nur,” ungkap Muhammad Diyu.

Diyu melanjutkan, kalau selama ini tersangka tidak pernah bekerja di luar daerahnya. Hanya saja, dia bergerak di bidang selep giling padi dan jagung. “Setahu saya, dia tidak pernah bekerja di luar Kota, ya paling hanya di Kota dan Kabupaten Probolinggo saja,” sebutnya.

Sementara menurut Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setiawan, bahwa tersangka berhasil ditangkap, saat anggota menyamar sebagai pencari obat untuk kesembuhan penyakit yang menimpanya. Penyamaran itu dilakukan oleh anggota sejak 1 minggu lalu. “Berkat penyamaran petugas buser yang dipimpin Iptu Edi Iskandar dengan dibantu oleh tim IT Polda Jatim, tersangka kita amankan,” jelas AKBP Iwan Setiawan.

Saat itu, pelaku langsung memberi sebotol air putih yang sudah diisi mantra oleh pelaku. Bahkan anggota juga sempat foto bersama dengan pelaku.

“Sidik jari itu sama dengan hasil 19 olah TKP beberapa waktu lalu. Setelah itu, baru kami datangi korban dan memberitahukan apakah ini pelakunya. Lalu korban bilang ‘Ya benar’. Baru kami langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,” jelas kapolres.

Saat akan ditangkap, pelaku sempat meneriaki petugas sebagai ‘Maling’. “Tersangka ini, sempat meneriaki anggota ketika tersangka akan kita bawa,” tambahnya.

Iwan menambahkan, tak menutup kemungkinan masih banyak korban lain yang masih belum terungkap oleh polisi. Hasil penyidikan saat ini, tersangka pernah melakukan aksi bejatnya di 43 korban dengan lokasi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

“Kendala kami ini sekarang, banyak korban yang belum melapor ke polres. Kalau pengakuan tersangka ini, hanya dua lokasi di daerah Kabupaten dan Kota Probolinggo. Bahkan, ada gadis yang baru lulus SMA juga sempat di perkosa serta istri polisi juga di perkosa di sawah oleh tersangka ini,” jelas mantan Kasat Shabara Polrestabes Surabaya ini.

Akibat hebohnya tertangkapnya pelaku kolor ijo tersebut, membuat Polda Jatim mengambil alih kasus itu. Alasannya, kasus itu merupakan salah satu kasus besar yang menghebohkan warga Probolinggo. “Kasus kolor ijo ini sekarang diambil alih oleh Polda Jatim. Karena termasuk kasus besar di Probolinggo,” tandas Kapolres Kota Probolinggo, AKBP Iwan Setiawan.

Awalnya, kata AKBP Iwan Setiawan, pelaku mengaku telah memperkosa sebanyak 31 perempuan. TKPnya berbeda-beda. Namun semua para korbannya itu berdomisili di Kota Probolinggo.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan, pelaku Buasair Nur Khotib mengaku ada sebanyak 43 korban yang telah diperkosa. Modus pemerkosaan itu dilakukan dengan cara memaksa korban diserati ancaman bunuh. Korban dipaska keluar rumah dan diajak ke tengah pesawahan. “Dari 43 lokasi pencurian dan 31 korban pemerkosaan itu, bisa jadi korbannya nanti akan bertambah. Makanya kita tunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugas nanti,” katanya.

Kapolres Kota Probolinggo itu menjelaskan, aksi yang dilakukan oleh pelaku itu dilakukan sejak tahun 2004 silam hingga 2014 ini. Saat melakukan aksinya, pelaku mengaku sendirian. Dia mencuri barang-barang berharga milik para korban. Seperti HP, uang dan laptop. Setelah menggasak barang milik korban, pelaku kemudian memaksa korbannya agar melayani napsu bejatnya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 356 dan 363 tentang pencurian subesider 285 KUHP tentang perkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Tertangkapnya pelaku kolor ijo, tidak hanya memantik warga agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Namun juga Komisi A DPRD Kota Probolinggo. Komisi yang dikenal jago hearing dengan birokrasi Pemkot itu, mendesak agar polisi menghukum berat kepada pelaku. “Kita berharap agar perbuatan pelaku itu dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya,” ujar Ketua Komisi A, As’ad Anshori kepada wartawan.

Dia menjelaskan, selama ini kasus kolor ijo itu telah meresahkan warga Probolinggo. Bahkan, Komisi A juga sempat mendapat laporan dari warga terkait kasus tersebut.
Melihat resahnya warga selama ini akibat ulah bejat pelaku, As’ad meminta agar para korban segera melapor ke Polres. “Karena korbannya tidak sedikit. Banyak warga yang menjadi korban pelaku. Makanya kita menghimbau agar mereka melaporkannya ke Polres,” pungkasnya.

Sedangkan pengakuan Korban ‘Kolorijo’ Dita (21) warga Jl Lumajang Gang  Bayu Sari Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Mayangan, kalau pelaku sempat masuk dan mencongkel jendela rumah, dan pelaku menggondol HP serta pelaku langsung menculik korban dengan cara di gotong. Namun, saat akan di perkosa di pematang sawah, korban sempat sadarkan diri.” Pelaku sempat mengejar saya, saya hampir di perkosa dan sudah di taruk di rumput itu. Beruntung, saya langsung sadar dan saya langsung kabur. Itu sekitar tahun 2010,”ucapnya.

Korban itu, meminta kepada pihak kepolisian, supaya di hukum seberat-beratnya. Karena, perbuatannya tersebut bukan hanya satu atau dua orang yang di perkosa. Bahkan, sudah puluhan wanita gadis, ibu rumah tangga atau janda. (*)

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2014 in BERITA

 

MPM Finance Ajukan Keberatan atas Putusan BPSK Kab. Probolinggo

Probolinggo,

Sebagai Undang- Undang yang relative baru, UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sangat awam bagi masyarakat. Wajar saja bilamana masyarakat konsumen cenderung menerima bila mengalami kerugian saat membeli barang dan atau jasa. Karena mereka memang tidak tahu mau berbuat apa?. Padahal dalam UUPK dikenal adanya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), yaitu Lembaga diluar Peradilan Umum, yang secara khusus diantaranya menangani sengketa konsumen, pengawasan pencantuman Klausula baku dan Konsultasi Perlindungan Konsumen (Pasal 52 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen).

 

Dibentuknya BPSK sangat membantu konsumen terutama dalam hal prosedur beracara yang mudah, cepat, tanpa biaya karena segala biaya yang timbul sudah dibebankan kepada APBD masing-masing Kabupaten/Kota sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Prosedur penyelesaiannya pun tidak rumit harus menggunakan dalil-dalil hukum yang kaku. Konsumen  / pengadu dapat mengajukan gugatan tertulis maupun tidak tertulis tentang terjadinya pelanggaran terhadap perlindungan konsumen.

 

Pada 14 November 2013 lalu, BPSK Kab. Probolinggo memenangkan Konsumen dalam sengketa melawan Pelaku Usaha dalam hal ini Lembaga Finance (PT. MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE/MPM Finance).

 

Atas Putusan Arbitrase BPSK Kab. Probolinggo No. 01.AK/BPSK/2013/426.111/2013 tertanggal 14 November 2013, MPM Finance mengajukan upaya keberatan kepada Pengadilan Negeri Kraksaan, terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kraksaan tanggal 06 Desember 2013 No. 61/Pdt.G/Arbit/2013/PN.Kraks.

 

Terhadap keberatan yang di ajukan MPM Finance tersebut, Pengadilan Negeri Kraksaan mengirimkan Surat No. W/14.U.20/1238B/HK.02/XII/2013 kepada Sdr. Abu Asmara sebagai Termohon Keberatan (Konsumen), dengan perihal surat : Pemberitahuan Keberatan terhadap Putusan BPSK tanggal 14 November 2013.

 

Sebelumnya, Sdr. Abu Asmara sebagai konsumen mengajukan gugatan arbitrase terhadap MPM Finance di BPSK Kab. Probolinggo. Atas gugatan tersebut, BPSK. Kab. Probolinggo pada 14 November 2013 memutuskan : 1) Menyatakan teradu telah dipanggil secara sah dan patut; 2) Mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian dengan tanpa hadirnya teradu; 3) Menghukum teradu untuk memberikan ganti rugi kepada pengadu; 4) Menyatakan surat perjanjian pembiayaan konsumen No. 834201301751 telah melanggar ketentuan dalam Pasal 18 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; 5) Menyatakan perjanjian pembiayaan konsumen No. 834201301751 yang dibuat dan ditanda tangani pada tanggal 22 Juli 2013, batal demi hukum.

 

Achmad Mukhoffi SH., SPd., anggota LPKSM Yayasan Perlindungan Konsumen nasional (YPKN) yang menjadi kuasa dari Sdr. Abu Asmara ketika dikonfirmasi Koran DOR menyatakan, “Kami sebagai kuasa dari Sdr. Abu Asmara (Konsumen) telah mengajukan gugatan arbitrase ke BPSK Kab. Probolinggo, dan kami berhasil mengalahkan MPM Finance di BPSK Kab. Probolinggo. Atas putusan BPSK Kab. Probolinggo tersebut, MPM Finance melalui kuasanya mengajukan keberatan di PN Kraksaan. Menurut hemat kami, keberatan yang di ajukan oleh kuasa MPM Finance tersebut tidak akan diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard) oleh PN Kraksaan. Kita lihat saja nanti”. (*)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2014 in BERITA

 

Sita Kendaraan, Sinar Mas Finance Mojokerto Digugat Konsumen

Probolinggo,

Pemberdayaan konsumen memang akhir-akhir ini sedang gencar. Paradigma kesetaraan antara konsumen dengan pelaku usaha terus disosialisasikan baik oleh Lembaga Pemerintah, mau pun oleh NGO semisal LPKSM.

 

Hasil sosialisasi tersebut memang tidak membawa dampak yang sangat massif, namun cukup membawa dampak yang siginifikan. Banyak konsumen yang sudah mulai cermat & cerdas dalam memanfaatkan/membeli barang dan/atau jasa dari para pelaku usaha.

 

Selasa (11/2), seorang konsumen yang bernama Suradi, menggugat PT. Sinar Mas Multifinance yang beralamat di Jl. Empunala No. 85 Mojokerto melalui BPSK Kab. Probolinggo.

 

Suradi yang beralamat di Dsn. Kowang RT.17/RW.05 Ds. Gebang Sari Kec. Jatirejo Kab. Mojokerto, menggugat PT. Sinar Mas Multifinance sebab PT. Sinar Mas Multifinance telah melakukan penyitaan terhadap mobil panther dengan Nopol S 1469 ND miliknya.

 

Sidangan arbitrase di BPSK Kab. Probolinggo dalam kasus Suradi ini di sidangkan oleh 5 anggota majelis, yakni Drs. Sofyan Hadi; Hasan, SPd; M. Haryadin, SH, MHum; Mustain, SE; Hasanudin, SH, SHI, MH.

 

PT. Sinar Mas Finance yang diwakili oleh stafnya bernama Rachmad berdalih melakukan penyitaan sebab Suradi telah menunggak angsurannya kurang lebih 1 Tahun. “Kami terpaksa melakukan penyitaan unit jaminan, sebab Suradi telah menunggak dan tidak dapat melakukan penyetoran. Apalagi mobil tersebut bukan milik Suradi namun milik Suyati,” tandas Rachmad.

 

Didepan persidangan, Suradi juga memberikan beberapa keterangan diantaranya bahwa Suradi telah meminta re-scheduling agar dirinya bisa mengangsur dengan lebih ringan. “Saya telah meminta hutang saya untuk diperpanjang, sehingga angsurannya bisa lebih ringan. Namun tidak ada respon dari PT. Sinar Mas Finance, malah PT. Sinar Mas Finance melakukan penyitaan terhadap mobil saya tersebut”.

 

Lanjut Suradi, “Mobil saya disita pada 10 Januari 2014. Pada waktu itu para juru tagih dari PT. Sinar Mas Finance mendatangi saya dan meiming-imingi saya bawha PT. Sinar Mas Finance akan meringankan angsuran dengan syarat saya harus membawa mobil saya ke Kantor PT. Sinar Mas Finance. Saya pun tertarik dan saya pun membawa mobil saya ke kantor PT. Sinar Mas Finance. Sesampainya di kantor PT. Sinar Mas Finance, salah seorang juru tagih PT. Sinar Mas Finance meminta kunci mobil saya dengan dalih akan melakukan cek fisik. Namun ternyata juru tagih PT. Sinar Mas Finance tersebut telah membawa lari mobil saya dan saat ini mobil saya tersebut berada dalam penguasaan PT. Sinar Mas Finance”.

 

Mengenai persidangan arbitrase di BPSK Kab. Probolinggo, didepan majelis arbiter, Rachmad dari PT. Sinar Mas Finance menyatakan tidak berkeberatan jika kasus Suradi di sidangkan di BPSK Kab. Probolinggo. Sidang ditunda Selasa, 18 Februari 2014 dengan agenda pembuktian. (*)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2014 in BERITA

 

Lakukan Penyitaan, PT. CIMB Niaga Auto Finance Jember Digugat Konsumen

Probolinggo,

BPSK Kab. Probolinggo semakin eksis sebagai lembaga penyelesaian sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha. Ini ditandai bahwa di bulan Januari – Februari 2014 saja sudah sekitar 4 kasus sengketa konsumen yang disidangkan.

Muhammad Ishomuddin, seorang Konsumen yang berlamat di Prajekan Lor RT.003/RW.003, Ds. Prajekan Lor Kec. Prajekan Kab. Bondowoso, mengajukan gugatan arbitrase di BPSK Kab. Probolinggo melawan PT. CIMB Niaga Auto Finance, yang berkedudukan di Komplek Gajah Mada Square Blok A No. 11 Kaliwates – Jember 68133.

Ihwal diajukannya sengketa konsumen ini adalah diawali dari penyitaan yang dilakukan oleh juru tagih PT. CIMB Niaga Auto Finance. “Pada tanggal 04 Februari 2014 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu-waktu tertentu dalam bulan Februari tahun 2014, PT. CIMB Niaga Auto Finance melalui debt collector-nya melakukan penyitaan terhadap mobil saya. Penyitaan terhadap mobil saya oleh debt collector suruhan PT. CIMB Niaga Auto Finance dilakukan di daerah Dinoyo Town Square Kota Malang dengan dalih bahwa saya menunggak angsuran. Sejak tanggal 04 Februari 2014 sampai dengan hari dimasukkan permohonan arbitrase ini, mobil saya masih dalam penguasaan PT. CIMB Niaga Auto Finance,” ujar M. Ishomuddin didepan majelis arbiter BPSK Kab. Probolinggo, pada Senin (17/2).

Pada persidangan pertama tersebut, pihak PT. CIMB Niaga Auto Finance sebagai Teradu tidak menghadiri sidang tersebut. Sebelumnya, panggilan untuk sidang adalah jam 12.00 WIB. Pihak BPSK Kab. Probolinggo telah memberi dispensasi waktu 1 jam hingga Pukul 13.00 WIB; namun pihak PT. CIMB Niaga Auto Finance tak kunjung hadir. Akhirnya sidang pun di gelar tanpa kehadiran pihak PT. CIMB Niaga Auto Finance sebagai Teradu. Agenda sidang pertama ini diisi pembacaan dan uraian gugatan konsumen kepada PT. CIMB Niaga Auto Finance; dan sesaat sebelum M. Ishomuddin membacakan dan menguraikan gugatannya didepan majelis arbiter, M. Ishomuddin memberikan surat yang berisi perubahan gugatan pada posita No. 13 huruf (b).

Oleh karena pada sidang pertama tersebut, pihak PT. CIMB Niaga Auto Finance sebagai Teradu tidak hadir di persidangan maka sidang ditunda hari Senin, 24 Februari 2014.

Majelis arbiter BPSK Kab. Probolinggo yang memeriksa perkara M. Ishomuddin tersebut terdiri dari 5 anggota BPSK Kab. Probolinggo, yakni M. Haryadin, SH, MHum sebagai Ketua Majelis, dan 4 anggota Majelis: Drs. Sofyan Hadi; Hasanudin, SH, SHI, MH; Hasan, SPd; Mustain, SE. (rd)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2014 in BERITA