RSS

Babak Kedua Gugatan Konsumen Ke Sinar Mas Mojokerto

18 Mar

Probolinggo,

Sidang lanjutan gugatan sengketa konsumen bernama Suradi warga Dsn. Kowang RT.17/RW.05 Ds. Gebang Sari Kec. Jatirejo Kab. Mojokerto, melawan PT. Sinar Mas Multifinance sebab terus bergulir di BPSK Kab. Probolinggo.

 

Sidang kedua yang digelar Selasa (18/2) Pukul 10.00 WIB, memasuki agenda pembuktian berlangsung sangat kondusif. Masing-masing pihak mengajukan beberapa gugatan untuk menguatkan gugatan dan jawaban gugatannya.

 

Suradi mengajukan beberapa alat bukti diantaranya kwitansi pembelian mobil panther, STNK, dan perjanjian kredit. Sedangkan, pihak PT. Sinar Mas Multifinance mengajukan beberapa bukti diantaranya beberapa surat somasi, perjanjian kredit, dll.

 

Sebelumnya, Majelis Arbiter menanyakan kepada Rachmad sebagai kuasa dari PT. Sinar Mas Multifinance mengenai masalah surat kuasa dan surat tugasnya. “Kami menegaskan disini jika surat kuasa yang diajukan oleh Teradu tidak bermaterai,” ujar Hasanudin, SH, SHI, MH, salah seorang anggota majelis arbiter.

 

Sidang ditunda dengan agenda musyawarah majelis arbiter sekaligus pembacaan putusan pada Selasa (25/2).

 

Penasehat Hukum Suradi, Achmad Mukhoffi SH, SPd dari Komnas PK-PU Indonesia Cab. Probolinggo ketika dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Kami berkeyakinan bahwa majelis arbiter BPSK Kab. Probolinggo akan mengabulkan seluruh gugatan konsumen Suradi”.

 

Lanjut Achmad Mukhoffi, “Perlu kami uraikan bahwa perjanjian pembiayaan konsumen dan pemberian jaminan secara kepercayaan (fidusia) No. 114041200217 tanggal 04 April 2012 dibuat dengan pura-pura saja, untuk menyembunyikan causa yang sebenarnya yang tidak diperbolehkan. PT. Sinar Mas Multifinance adalah perusahaan yang menjalankan usaha Lembaga Pembiayaan, yaitu melakukan kegiatan Sewa Guna Usaha, Anjak Piutang dan Pembiayaan Konsumen. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 7 Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan : ‘Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance) adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran’. Bukan membiayai barang yang telah ada. Dan masih banyak lagi posita yang lainnya”. (*)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2014 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: