RSS

PCNU Kraksaan Gelar Dialog Penguatan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah

18 Mar

Probolinggo,

Demokrasi di Indonesia ternyata selain membawa banyak manfaat, juga membawa beberapa tantangan, diantaranya beberapa ideologi keagamaan yang berasal dari luar, diantaranya aliran Syi’ah, Hizbut Tahrir Indonesia, dan Wahabi.

 

Berangkat dari hal tersebut, Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC.LDNU) Kraksaan bekerja sama dengan Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Alumni Santri Sidogiri Probolinggo Timur; mengadakan Dialog Penguatan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

 

Salah satu manfaat & fungsinya diantaranya untuk membentengi para masyarakat terutama warga Nahdliyyin dari berbagai doktrin aliran yang tidak sesuai dengan doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah.

 

Dialog Penguatan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah mengundang 2 Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, yakni pembicara nasional Ahlussunnah wal Jama’ah Ust. Muhammad Idrus Ramli, dan tokoh ulama Ahlussunnah wal Jama’ah lokal Probolinggo al Habib Ali bin Abdullah al Jufri.

 

Namun, dalam Dialog Penguatan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah tersebut, narasumber al Habib Ali bin Abdullah al Jufri berhalangan hadir dikarenakan hadir dalam haul di Solo.

 

Acara tersebut dimulai dengan sambutan dari Ketua PC. LDNU Kraksaan yang juga Pengasuh PP. al Anwar, KH. Hasan Syadzily. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Probolinggo yang diwakili oleh Assistant, Bpk. Asy’ari. KH. Hasan Syadziliy menyampaikan bahwa acara tersebut sejatinya dibentuk dengan format Dialog, jadi ada pihak yang mempunyai perspektif berbeda, karena harapannya adalah dialog. “Format acaranya disusun berbentuk dialog. Kami telah berusaha menghubungi beberapa pihak yakni dari pihak Syi’ah dan HTI, namun tidak ada yang memberikan konfirmasi kepada Panitia. Sehingga dialog kali ini sifatnya internalisasi Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegas KH. Hasan Syadzily dihadapan beberapa para Kyai dan para Ustadz.

 

Setelah beberapa sambutan selesai disampaikan, acara pun dimulai dengan pemaparan dari Ust. Muhammad Idrus Ramli mengenai Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Setelah itu, narasumber melanjutkannya dengan memaparkan beberapa doktrin aliran yang menyimpang dari Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, diantaranya Syi’ah, Wahabi, HTI, Mu’tazilah.

 

“Telah disebutkan dalam hadist mutawatir bahwa golongan yang selamat dari 73 golongan yang di Neraka tersebut adalah golongan Ahlussunnah wal Jama’ah. Syi’ah menolak menamai golongannya dengan nomenklatur Ahlussunnah wal Jama’ah, begitu pula aliran Mu’tazilah. Nomenklatur Ahlussunnah wal Jama’ah hanya dilokalisir oleh aliran Ahlussunnah wal Jama’ah (semisal NU) dan aliran yang mengaku beraqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (wahabi),” ujar Ust. Muhammad Idrus Ramli dalam acara Dialog Penguatan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah tersebut, yang digelar pada Jum’at (21/2).

 

Acara Dialog Penguatan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dimulai jam 14.00 WIB, kemudian berakhir jam 16.30 WIB. Didalam acara tersebut banyak diskusi dan pemikiran yang bermunculan, namun kesemuanya justru menguatkan doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah itu sendiri. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: