RSS

Diduga Dagelan : Kuasa Penggugat Malah Tidak Tahu Obyek Gugatan

23 Jul

C360_2016-07-22-10-01-38-983

Probolinggo,

 

Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) No. 57/Pdt.G/2015/PN.Krs dengan agenda Sidang Pemeriksaan Setempat digelar hari Jumat (22/7/2016) di Desa Alaspandan Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo.

 

Sidang Pemeriksaan Setempat tersebut dihadiri secara lengkap oleh Penggugat dan Para Tergugat. Penggugat diwakili oleh kuasanya Fathol Bari, SH., Tergugat I diwakili oleh kuasanya Dwi Sumitro, SH., MH. dan Moh. Syaifuddin, SH., SPdI., Terugat II Dihadiri langsung oleh Sdr. Samsuri, serta Tergugat III dihadiri secara langsung oleh Muhammad.

 

Kejanggalan gugatan mulai terjadi ketika Kuasa Penggugat tidak mampu secara cepat menunjukkan letak 14 obyek tanah yang disengketakan. Berikut beberapa hal yang menjadi kejanggalan dalam formulasi gugatan :

  1. Obyek sengketa V (Persil 52, Klas DII, Luas 3.220 m2) dan obyek sengketa VI (Persil 52, Klas DII, Luas 4.750 m2) tidak dapat ditunjukkan letaknya oleh Penggugat melalui kuasanya.
  2. Obyek sengketa X (Persil 52, Klas DII, Luas 3.660 m2) telah dibantah oleh para Tergugat, baik Tergugat I, II, dan III. Para Tergugat menerangkan jika obyek tersebut adalah milik salah satu anggota DPRD Kab. Probolinggo. Padahal didalam Posita Penggugat diklaim bahwa Pak Muhdar menitipkan 14 obyek sengketa tersebut kepada Tergugat III.
  3. Obyek sengketa XIV (Persil 61, Klas DII, Luas 3.640 m2) batas selatannya secara riil terlihat adalah jalan desa, sedangkan didalam gugatan Penggugat diklaim sebagai tanah milik B. Edi Sayati (bukan jalan desa). Sedangkan menurut Tergugat III, tanah tersebut telah terjual namun di kembalikan lagi kepada Penggugat (Pak Muhdar).

 

“Ada beberapa kejanggalan dan kekaburan didalam gugatan Penggugat. Artinya jelas dan terang bendera gugatan Penggugat sumir (obscure lible). Kronologi 14 tanah sengketa diceritakan secara tidak runtut. 14 Tanah sengketa tersebut pernah dijual pada Tahun tanggal 31 Agustus 2015 kepada Sdr. Syaiful Bahri dan Sdr. Sugiono. Tergugat III malah mengakui jika obyek sengketa X adalah milik orang lain yang bukan merupakan pihak. Dan Tergugat III mengakui jika obyek sengketa XIV pernah terjual namun di kembalikan lagi kepada Pak Muhdar. Ada cerita yang tidak runtut, sehingga gugatan yang demikian adalah patut dinyatakan ditolak atau tidak diterima. Selain itu banyak fakta-fakta lain yang tentu saja akan meruntuhkan argumentasi Penggugat, dan akan kami ajukan pada sesi pembuktian,” kata Moh. Syaifuddin, SH., SPdI.

 

Didalam sidang pemeriksaan setempat tersebut kuasa Penggugat menyatakan tetap pada posita gugatannya dan tidak ada perubahan. (*)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 23, 2016 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: